Gue mo jawab dulu nih pertanyaan g di post sebelumnya, sebelum g lupa hehehe :P
Td pas lagi di motor tiba2 dapet beberapa "jawaban"
pertanyaan no 1.
Dalam cerita ini menunjukkan bahwa Yesus org yg Fleksibel.
Dia tidak kaku, dan tidak bergantung sama org lain, tidak bergantung sama tempat dll. Dia hanya bergantung sepenuhnya pada bimbingan Allah Bapa.
Kadang kita sering menunda2 pelayanan. Disuruh pimpin doa bilang nanti saja belum saatnya.
Diminta tolong pimpin pujian, jawabnya: nanti saja pemain gitarnya belum dateng.
Diminta tolong bawa renungan, jawabnya: nanti saja belum dibawa doa dan belum persiapan.
Dll masih banyak bahan yg bisa kita jadikan "alasan" supaya menunda2.
Tuhan Yesus sendiri disini memberi contoh langsung pada kita. Dia fleksibel. Dan sebagai utusan Bapa, harus siap dikondisi apa pun.
pertanyaan no 2 menunjukkan bahwa Bunda Maria mempunyai karisma yg begitu luar biasa. Karena dialah yg membuat para pelayan itu mengikuti apa kata Yesus.
Sekali lagi pembuktian, mengapa kita merasa perlu menghormati Bunda Maria. Karena dia dipakai Allah Bapa begitu luar biasa.
Sebagai pelayan disini juga bisa diposisikan sebagai diri kita pribadi. Kita semua bagai para pelayan di pesta perkawinan itu. Baik juga kalau kita mencontoh sikap mereka.
Disana diceritakan bahwa para pelayan mengikuti apa kata Maria. Maria sebagai alat perantara Yesus dan umat. Sama seperti halnya pembimbing, kakak rohani, dll. Mereka yg sudah lebih senior, pengalaman, dan mempunyai tingkat kedalaman rohani yg lebih daripada kita.
Baik juga kalau kita mengikuti apa kata "perantara" itu. Karena jelas dia lah yg menghubungkan kita dengan Yesus. Baiknya kita bersikap patuh, rendah hati, dan tidak sok tau.
Sebagai pelayan juga lakukan saja apa katanya. Ikutin aja jalannya. meski awalnya mungkin terlihat konyol. Masa suruh bawa air ke pemimpin pesta?
Tapi ketika kita lakukan dengan kesungguhan hati, mukjizat terjadi disana. Para pelayan jugalah yg menghubungkan "air" dari Yesus untuk para undangan yg datang.
Sebagai pelayan jangan minta hak mulu. Apa jadinya kalau pelayan di pesta itu tidak menuruti kata Yesus? Mukjizat batal terjadi.
Apa jadinya kalau saat itu mereka bilang "Siapa gerangan org ini? kok nyuruh2 kita? brani bayar brapa?"
Sering kita sering kompromi sama Tuhan, kalau aku ikut Kamu saya dapat apa?
kalau saya melayani, saya bisa jadi org kaya gak? bisa dapet pasangan gak?
kalau saya bela2in buang waktu ikut misa pagi bisa lulus ujian gak?
dan masih banyak lagi.
Dengan ini semoga kita bisa jadi pelayan yg baik.
Pertanyaan 3.
Maria sebenarnya tidak tau kapan seharusnya Yesus melakukan mukjizat pertama. Dia hanya meminta dengan penuh keyakinan.
Dalam injil Markus ada ayat "Have faith in God, whatever u ask in prayer, believe that u have receive it and it will be yours"
Mintalah dengan penuh keyakinan seakan2 sudah pasti 100% terjadi.
Sama seperti cerita, ketika kita minta Tuhan tidak turunkan hujan tetapi kita sendiri kemana2 bawa payung. Menandakan kita tidak yakin 100% tidak akan hujan.
MAria disini memberi contoh, meminta pada Yesus dgn penuh keyakinan.
Maria sudah mempersiapkan segalanya. Dia persiapkan para pelayan, tempat air dan lain sebagainya. Dia juga mengatakan pada para pelayan agar mengikuti apa kata Yesus. Padahal saat itu Yesus belum mengiyakan loh.
Saat itu juga kemurahan hati Tuhan turun atas Maria. Dan Yesus rela mempercepat mukjizat pertamanya.
Itu dulu teman2, kalau ada yg mo nambahin, mo menyanggah, silahkannn..
Oh iya, katanya kalau kita sekarang ke kota Kana. Dijual anggur untuk memperingati peristiwa perkawinan di Kana ini. Duuuhh jadi pengen pergi kesana trus beli anggurnya heheuheueh
Gb ^^
Minggu, 13 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar