Selasa, 15 September 2009

YESUS SUDAH ADA SEBELUM ABRAHAM

15 September 2009

YESUS SUDAH ADA SEBELUM ABRAHAM
8:48
Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"
8:49
Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.
8:50
Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi.
8:51
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
8:52
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
8:53
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
8:54
Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
8:55
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
8:56
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
8:57
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
8:58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
8:59
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Seringkali ketika awal2 pertobatan, kita merasa jengah dengan keadaan sekitar. Ketika baru keluar dari SHDRK, atau baru saja pulang dari retret kita merasa bingung harus mulai darimana. Tekadnya si uda bulat mau berubah, tp kok rasanya kita seperti org aneh sendiri. Mau berubah drastis malu dg teman2, mau rutin berdoa sungkan diomongin di keluarga dll. Kita mungkin dicap seperti org “gila”

Tp hei jangan khawatir. Nyatanya bukan kamu saja koq yg mengalami itu. Bahkan sudah dari jaman Yesus dulu, tabiat manusia memang seperti itu. Mereka cenderung lebih suka terjebak di “zona aman”.
Seperti bacaan diatas, di ayat 48 Yesus dikatakan sudah kerasukan setan atau gila atas segala ajaran2Nya. Yang lebih menyakitkan hati, yg menuduh Yesus seperti itu bukanlah org yang tidak berpendidikan dan tidak tahu agama. Karena dijelaskan pada ayat 52, ia bisa membalik kata2 dari Yesus, menandakan mereka cukup cerdas dan sudah dengar ajaranNya (gak asal main potong pembicaraan). Org itu juga tahu Abraham, umur Abraham, dan perihalnabi2 lainnya, menandakan mereka cukup tahu agama.

Sama seperti kita sekarang ini, yg sering menentang perubahan positif kita justru adalah org2 terdekat kita. Sahabat, orang tua, pacar dll.
Mungkin mama bilang “ ngapain sih tiap Senin puasa? Mama da cape2 masak nih”, ato pacar merasa keberatan karena setiap nonton di bioskop udah gak mau nonton film horror lagi. Bisa juga ada temen yg kecewa, kalo sekarang kita udah gak bisa diajak patungan beli mp3 bajakan lagi, dll. Simple, tapi cukup mempengaruhi kita untuk lebih lagi mengenal Yesus.

Yang lebih ekstrem lagi, di akhir perikop yg menyatakan para orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu. Sebuah perenungan bagi diri kita pribadi. Sering kali emosi kita main terlebih dahulu. Saat terlibat perselisihan, langsung membenci. Saat dikomplain, gak bisa terima, lalu ngomongin org di belakang. Saat motor kita disalip, langsung ngomel2 sampai 2 jam kemudian.
Manusia memang sudah diciptakan untuk memilih ego. Kembali pada diri kita sendiri, mau menggunakan ego itu secara positif atau negative.

Satu ayat yg paling berkesan bagi saya pribadi adalah ayat 54.
Suatu kerendahan hati luar biasa dari Yesus. Dia mengembalikan segala kemuliaan kepada Allah Bapa. Yesus tidak mau mencuri nya sedikitpun. Padahal klo Yesus mau sombong pada saat itu, bisa dilakukan dengan mudah. Wong Dia jalan kemana2, ribuan org mengikuti dia. Org2 disembuhkan, yg mati dibangkitkan. Kurang apa? Tp Yesus tidak melakukan itu.
Mungkin ada yg berpendapat sulit untuk bisa seperti Yesus. Ada yg bilang “terang aja Dia kan Tuhan, gue kan masih manusia, masih napak di bumi.”
Ternyata gak susah kok. Kita mulai dari yg sederhana aja. Sudah kah kita selalu mengucapkan “Puji Tuhan” pada setiap pujian yg dialamatkan kepada kita?

So, kalau sudah tau firman dan kebenaranNya., baiklah kita mengikuti pesan Yesus di ayat 55 “Tetapi Aku mengenal Dia dan mengikuti firmanNya”


Kalo ada yg mo nambahin ato mo koreksi, monggooooooooooo…
Gbu n Fam ^^

2 komentar:

  1. yah keren gan......menggugah hati nurani....keep posting gan.GBU

    BalasHapus
  2. Thx bos, Puji Tuhan deh kalo bisa sedikit menggugah... sering2 mampir yah bro :)

    BalasHapus